Home » ARTIKEL » VIII.6 TIDAK MENJUAL SETELAH TOKO TUTUP

VIII.6 TIDAK MENJUAL SETELAH TOKO TUTUP

Home > Membuka Toko > Bab 8 > Tidak Menjual Setelah Toko Tutup

 

TUTUP

Ada beberapa alasan mengapa usaha toko Anda harus ditutup untuk sementara waktu. Bisa jadi Anda sedang memiliki urusan yang penting untuk beberapa hari. Biasanya untuk etnis Tionghoa seperti Pak Acong akan menutup tokonya cukup lama jika anggota keluarganya ada yang meninggal, seperti ayah, ibu, atau saudara kandung.

Seperti biasanya, Pak Acong tidak akan pernah “membuka” tokonya sebelum mengetahui harga barang-barang yang stoknya masih banyak. Dia mencari informasi pada teman-teman bisnisnya, ke perusahaan langsung, atau ketempat-tempat lain dimana barang-barangnya diperoleh. Tidak hanya produk yang persediaannya banyak. tapi barang yang laris manis juga tidak lupu dari perhatiannya. Mengingat berbagai macam barang yang dijualnya, tak mungkin semuanya ditanwakan. Dia menanyakan barang-barang apa saja yang saat ini naik dan barang-barang apa saja yang kini sedang turun. Cara ini perlu sekali dilakukan, karena harga-harga barang sejak krisis melanda negeri kita, selalu berfluktuasi sehingga jangan sampai Anda mengalami kerugian karena tidak memantau harga yang telah berubah.

Seorang customer perusahaan saya memiliki toko cukup besar, dalam sekejap bangkrut karena tidak mengetahui informasi harga. Sebelumnya, pemilik tersebut meninggalkan tokonya ke kota lain beberapa saat untuk keperluan keluarga. Mata uang dolar Amerika mengalami kenaikan tajam terhadap nilai mata uang rupiah. Barang-barang melambung dengan harga tinggi hingga dua kali lipat. Sepulang dari luar kota customer saya langsung membuka tokonya tanpa meminta informasi kepada perusahaan atau toko agen yang biasa dibeli barangnya. Pembeli pun berdatangan seperti semut yang mendatangi gula. Customer saya berpikir hari itu mendapat rezeki karena didatangi oleh begitu banyak Pembeli. Barang-barangnya di toko ludes diborong oleh konsumennya hingga hanya tersisa sedikit. Hatinya senang karena barang dagangannya laris. Tapi keesokan harinya keti kahendak membeli lagi diperusahaan atau toko agen, customer saya baru menyadari bila barang-barang telah naik dan dia tidak mengetahuinya. Berapa banyak kerugian yang diderita, biasanya dengan uang yang sama mendapat satu lusin barang, sekarang hanya setengah lusin.

Kejadian ini bisa menjadi contoh untuk Anda agar tidak terulang pada toko yang saat ini sedang Anda kelola. Setelah kejadian itu, saya selalu mengingatkan customer saya agar melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Pak Acong. Yaitu, tanyalah harga harga sebelum Anda membuka toko, sebelum Anda mengalami kebangkrutan seperti customer saya itu. Bila ada orang yang membeli dalam jumlah banyak secara tiba-tiba. Anda harus waspada dan segeralah tanyakan kepada toko agen atau perusahaan mengenai harga barang itu. Ada dua alternatif mengapa konsumen bisa membeli dalam jumlah banyak di saat harga-harga selalu berfluktuasi. Pertama, dipikir dengan akal sehat, di saat situasi normal mungkin barangitu akan dijual lagi atau memang sedang dibutuhkan dalam jumlah banyak. Atau yang kedua, karena konsumen telah mengetahui barang itu harganya telah naik.

Untuk menghindari Anda mengalami kerugian karena hal yang berada di luar kontrol, sebaiknya janganlah menjual barangbarang Anda setelah toko Anda tutup beberapa lama. Carilah informasi mengenai perubahan harga barang yang Anda jual ditoko. Peringatan ini perlu “dicamkan” betul pada benak kita karena menggali sumber dana pada pois keuangan yang goyah, akan membuat bangkrut toko. Meskipun simpanan dana kita banyak sıара orang  yang ingin mengalami kara seperti customer saya di atas.

495
-
Hubungi Kami : Raja Rak Minimarket

Leave a Comment