Home » ARTIKEL » VIII. 9 MEMINTA KEKURANGAN WALAU SESEN

VIII. 9 MEMINTA KEKURANGAN WALAU SESEN

Home > Membuka Toko > Bab 8 > Meminta Kekurangan Walau Satu Sen

 

KEMBALIAN

Orang akan mengatakan “pelit” pada seseorang yang suka hitung-hitungan. Bagi orang kita budaya sungkan masih melekat erat, sehingga kadang kala budayasungkan tersebut menghambat kemajuan seseorang. Berbeda dengan orang yang sehari-harinya berdagang. dia harus selalu berhitung masalah pengeluaran dan pemasukan. Seperti yang saya katakan diatas, seseorang akan dikatakan pelit jika suka hitung-hitungan. Tapi pada urusan dagang Anda perluhitung-hitungan. Misalnya. meskipun Anda adalah saudara seorang pemilik toko, kalau menggunakan sabun yang dijual ditoko, Anda tetap harus membayarnya, kecuali jika diberi. Pemilik toko pun வn menghitung semua yang keluar dari toko. Menurut Pak Acong orang berdagang berhak menghitung tiap barang yang dipakai oleh orang lain atau konsumen. Begitu pula seorang konsumen berhak meminta kembalian uang yang telah dibayarnya. Sebaliknya, seorang pemilik toko berhak meminta kekurangan uang pembayaran walau sesen saja. Kekurangan pembayaran walau sesen sangat berharga sekali bagi pemilik toko. Bukan karena Anda berhitung-hitung atau pelit, tapi meminta kekurangan pembayaran satu sen itu memiliki tujuan:
1. Agar pemilik toko dapat menghargai keuntungan yang didapatnya walau hanya satu sen.
2. Mengajarkan kepada pemilik toko untuk selalu mengumpulkan keuntungan sesen demi sesen untuk kemajuan tokonya.
3. Menghargai uang sesen sebagai komitmen terhadap pekerjaan Anda karena membuka toko penghasilan utamanya diperoleh dari keuntungan yang dikumpulkan sesen demi Sesen.
Seorang customer pada saat menghadapi seorang konsumen yang suka menawar juga berprinsip seperti itu, dia rela melepas barangnya kepada konsumen hanya dengan keuntungan satu sen. Biasanya untuk mendapatkan barang yang dibeli secara kelompok, pemilik toko yang membeli dalam jumlah banyak akan mengambil untung yang tidak besar walau itu hanya satu sen. Keuntungan yang tidak banyak itu harus selalu diambilnya sebagai penghargaan pada jerih payah Anda, walau tujuan utamanya tidak untuk menarik keuntungan dari anggota kelompok. Keuntungan satu sen itu pun telah diketahui anggota kelompok sebagai keuntungan yang harus diberikan atau didapat.
Jangan terkejut jika suatu ketika Anda membeli barang di toko milik etnis Tionghoa yang meminta kekurangan pembayaran walau hanya Rp 100,00 atau sebaliknya Anda berhak mendapat kembalian yang sama. Uang dengan nilai Rp 100,00 memang amat sedikit bahkan tidak akan ada artinya pada saat ini. Mengapa harus diminta atau dikembalikan? Sebenarnya sederhana sekali, jika Anda mau menghitung. Misalnya, omzet rokok dalam 1 bulan adalah 20 bal dan dalam 1 bal berisi 100 pak rokok, berarti dalam satu bulan Anda telah menjual 2000 pak rokok. Jika perpak hanya mendapat untung Rp100.00maka keuntungan satu bulan menjadi Rp 200.000,00. Andai kata kekurangan pembayaran “tidak diminta” pada konsumen misalnya dalam 1 bulan telah terjadi 20 kali, maka keuntungan yang Anda terima pun tidak akan Rp 200.000,00 lagi.
Menghargai uang sesen sebagai komitmen dalam pekerjaan Anda, mengingatkan saya pada seorang customer yang di luar dugaan ternyata sangat “royal”, walau dalam berdagang selalu hitung-hitungan. Kalau memiliki urusan dengan masalah hutang piutang. Pak Acong sangat perhitungan. Saya juga seperti Anda, memiliki image yang kurang baik dengan orang yang suka hitung-hitungan tersebut, bahkan menuduhnya pelit. Tapi suatu waktu ketika kami sedang pergi bersama keluar kota, ternyata saya mendapat kesan sebaliknya. Bahkan biaya bepergian kamı” dibayarnya semua. Customersaya tersebut bisa membedakan antara urusan bisnis dengan urusan di luar bisnis. Membuka toko merupakan salah satu bisnis yang harus dikelola dengan kebiasan bisnis pula. Bukankah penghasilan Anda dikumpulkan sesen demi sesen ?

277
-
Hubungi Kami : Raja Rak Minimarket

Leave a Comment