Home » ARTIKEL » VIII.12 MEMPERSIAPKAN GENERASI PENERUS

VIII.12 MEMPERSIAPKAN GENERASI PENERUS

Home > Membuka Toko > Bab 8 > Mempersiapkan Generasi Penerus

 

Selamat Datang Generasi Penerus

Pencari kerja setiap tahunnya bertambah. Banyak pencari kerja yang tidak tertampung di bursa kerja, perusahaan, atau instansi-instansi pemerintah. Suatu saat akan meledak menjadi massa yang sangat berbahaya. Pemerintah rasanya sudah sulit untuk mengatasi pengangguran ini, apalagi stelah krisis yang berkepanjangan. Bagaimana solusinya?

Seharusnya sekolah kita tidak mengajarkan muna mundays untuk mencari pekerjaan setelah lulus nanti, tapi sebaliknya menciptakan suatu pekerjaan. Yang saya alami juga ternyata di sekolah tidak mengajarkan bagaimana kita menjadi sukses. Sekolah juga tidak mengajarkan kita untuk mandiri atau memiliki usaha sendiri, tapi sebaliknya sekolah mempersiapkan kita untuk menjadi pegawai orang lain. Tergantung pada orang lain, pada negara, atau negara orang lain. Berapa banyak pencari kerja yang harus tergantung pada orang lain. Setelah bekerja pun, berapa banyak pegawai yang menjadi beban negara pada saat pensiun. Dan berapa banyak TKWTKI yang tergantung pada negara lain. Kesimpulannya, hanya sedikit generasi penerus yang berani untuk berwirausaha walau hanya sekadar membuka toko.

Bagaimana dengan etnis Tionghoa seperti Pak Acong? Pada saat mereka masih “anakanak”, orangtua tak pernah membiarkan anak-anaknya bermain-main secara liar di luar pagar rumah. Pada saat liburan sekolah, anak-anaknya diajak ikut ke toko. Entah mereka hanya melihat-lihat para konsumen yang membeli barang, atau membantu menerima uang dari pembeli, ikut melayani konsumen, atau hanya duduk-duduk sambil membaca komik Crayon Sinchan. Orang tua hanya ingin anak-anaknya mengetahui bahwa ternyata mencari uang itu amat susah, dan bisa diupayakan dengan cara berdagang.

Pak Acong setelah lulus dari perguruan tinggi pernah bingung dan putus asa untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Dan setelah mendapatkan, dia pun tidak berangan-angan untuk terus menjadi pegawai orang. Pada saat bekerja uangnya dikumpulkan sedikit demi sedikit dan setelah terkumpul dibuat untuk modal usaha. Saudara-saudaranya pun melakukan demikian. Bekerja pada orang lain hanyalah sebagai sarana untuk belajar dan menimba ilmu tentang usaha yang dijalaninya. setelah matang, merekapun akan mendirikan usahanya masing-masing.

Mempersiapkan generasi penerus di sini tidak harus dengan cara “memaksa” agar mereka mau melanjutkan usaha kita. Anak anak telah memiliki pendidikan lebih baik daripada ayahnya, mereka bahkan menuntut ilmu sampai ke luar negeri. Anak-anak mempersiapkan dirinya menjadi orang-orang profesional dibidang usaha yang digelutinya kelak. Apakah generasi penerus tersebut akan menggantikan mengelola toko ayahnya atau tidak, semuanya tergantung pada keinginan mereka.

Toko yang dikelola dengan baik akan berkembang menjadi toko yang besar, misalnya supermarket atau menjadi suatu pabrik Generasi penerus bisa “menyelamatkan” usaha ayahnya dengan konsep-konsep yang baru. Bisa jadi, toko yang dimiliki merangkap sekaligus sebagai distributor suatu produk. Atau, toko sebagai agen yang akan mendistribusikan produk produk sendiri. °perti produk mie, tisu, pembalut wanita, atau Produk sabun. Jadi, ayah dan anak bersinergi membuat usaha yang semakin besar. Bukan sebaliknya, anak-anak dari generasi penerus epat menjatuhkan usaha ayahnya yang telah dirintis berpuluh-puluh tahun, dengan cara berfoya-foya. Banyak sekali perusahaan yang Pada awalnya hanyalah sebuah usaha kecil kemudian menjadi semakin besar. Semua : tergantung bagaimana cara Anda dalam mempersiapkan generasi penerus. Generasi peneruslah yang akan membangun Indonesia baru. Seperti pada konsep bisnis yang ditulis saudara Andreas Harefa, pada “visi” menyongsong membangun Indonesia baru tahun 2045, Indonesia membutuhkan wirausaha-wirausaha mandiri yang tidak terlibat praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme. Tetapi, perjuangan dari bawahlah usaha itu dimulai, sehingga “toko” akan menjadi salah satu pilihan “cikal bakal” menuju usaha yang lebih besar.

352
-
Hubungi Kami : Raja Rak Minimarket

Leave a Comment