Home » ARTIKEL » VIII.11 TIDAK MEMBAYAR JIKA BARANG BELUM HABIS

VIII.11 TIDAK MEMBAYAR JIKA BARANG BELUM HABIS

Home > Membuka Toko > Bab 8 > Tidak Membayar jika Barang Belum Habis

 

img481-1313329946

Sebelum membeli barang Pak Acong akan menyeleksi barang-barang yang akan dibelinya. Dia akan menyediakan uang tunai untuk barang-barang yang laku keras. Dan meminta kredit untuk barang-barang slow moving. Barang barang yang kurang laku biasanya oleh perusahaan dijual secara konsinyasi. Keberadaan barang konsinyasi harus diperhatikan karena seringkali pemilik toko tidak memikirkan akibatnya, jika kelak barang itu tidak laku. Misalnya pada saat sales. man atau kolektor datang menagih, pemilik toko langsung membayarnya. Menurut Pak Acong, carademikian sangat merugikan. Uang tunai yang digunakan membayar akan mengganggu cash flow karena berhenti menjadi barang yang kurang laku itu.

Anda sebagai pemilik toko harus memperhatikan betul masalah ini karena toko yang terlalu penuh dengan barang-barang tidak laku akan sulit berkembang bila modal toko sangat minim. Untuk mengatasi persoalan ini Anda harus melakukan nego dengan salesman sebelum melakukan pembelian. Barang yang dibeli secara titipan harus Anda perhatikan, dan Anda harus membayarnya lunas jika barang itu telah habis. Apabila selalu memegang teguh perjanjian dengan pen toko maka salesman tidak akan menagih jika barangnya belum habis. Yang menjadi kendala adalah salesman yang semula berkunjung ke toko Anda telah digantikan dengan salesman lain.

Untuk mengatasi hal tersebut Anda harus membuat stempel yang berbunyi “konsinyasi” dan mencapkan pada faktur penjualan saat dikirim. stempel tersebut bisa mengingatkan Anda suatu ketika bila seorang salesman datanguntuk menagihnya. Anda berhak id.: membayar sebelum barang yang dititipkan itu terjual semua sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

Memberikan tanda cap atau menulis dengan kata “konsinyasi” mencegah timbulnya perdebatan yang disebabkan kekurangmenger. tian pada kesepakatan awal. Sedikit pen salaman saya mengenai persoalan tersebut Waktu itu saya datang bersamaan dengan seorang kolektor dari suatu perusahaan ke seorang coustomer. Karena keperluan saya hanya melihat-lihat rak pajangan produk, maka saya persilakan pemilik toko untuk melayani si kolektor. Tidak lama kemudian, antara kolektor dan pemilik toko “bersitegang” mengenai masalah pembayaran. Menurut penagih barang-barang yang dijual oleh perusahaan tidak pernah dijual dengan cara dititipkan, tetapi dengan cara kredit putus. Sebaliknya, pemilik toko mengatakan bahwa salesman yang menjual barang-barang itu ke tokonya dengan cara konsinyasi.

Pemilik toko terus ngotot karena merasa barang itu dijual dengan cara titip saja, setelah semuanya laku akan dibayar. Akhirnya, saya menengahinya, dan dengan terpaksa pemilik toko membayar semua tagihan itu dengan lunas. Pemilik toko kalah karena tidak teliti dengan pernyataan difaktur penjualan tersebut bahwa semua barang yang dijual oleh perusahaan itu hanya dijual dengan carak redit atau tunai.

Menurut Pak Acong, bila Anda memiliki stempel atau menuliskan kata titipan pada faktur tentu Anda tidak akan menyelesaikan itu sebagai pihak yang kalah, sebaliknya Anda telah memiliki bukti bahwa barang yang Anda terima betul-betul sebagai barang titipan. Bagi perusahaan, masalah ini bisa menjadi hambatan bagi perkembangan produknya karena banyak toko yang akan merasa tertipu. Tapi bila salesman telah melaksanakan. sesuai dengan perjanjiannya. maka masalah ini akan jelas dan tidak ada yang saling dirugikan.

296
-
Hubungi Kami : Raja Rak Minimarket

Leave a Comment