Home » BELAJAR DARI SUKSES ETNIS TIONGHOA » VII.6 TIDAK MEMBUANG BARANG BEKAS

VII.6 TIDAK MEMBUANG BARANG BEKAS

Home > Membuka Toko > Bab 7 > Tidak Membuang Barang Bekas

 

recyle

Menurut Pak Acong tidak membuang barang bekas dari limbah usaha toko adalah salah satu cara agar toko Anda bisa mendapat tambahan modal. Barang bekas sepintas lalu memang tidak berguna, tapi kalau Anda mau telaten untuk mengumpulkannya akan bermanfaat sekali bagi kocek Anda. Lalu barang bekas mana yang bisa Anda kumpulkan ? Kalau diamati memang tak banyak jenisnya. Barang-barang bekas yang selama ini dikumpulkan oleh Pak Acong dan menurutnya bisa dijual dengan mahal adalah dus bekas mie instan dus segala merek rokok, atau barang-barang lain yang dikemas dengan dus. Dus yang dikumpulkan itu bisa berupa dus yang masih utuh maupun dus-dus yang telah koyak. Kemudian selain dus bekas, dikumpulkan pula karung-karung bekas dari beras, gula, dan barang-barang lain yang dibungkus dengan karung. Semua barang ini bila sudah terkumpul banyak akan dijual yang hasilnya bisa untuk membayar listrik, air atau telepon, atau bahkan lebih. Ada seorang customer saya bisa menggaji pegawainya hanya dengan hasil penjualan barang-barang bekas ini.

Banyak sekali pelanggan saya yang tidak pernah menyadari bila limbah yang berasal dari tokonya ternyata bisa dijual. Sekarang yang menjadi masalah adalah apakah mereka akan telaten untuk mengumpulkan barangbarang bekas itu. Memang di antara mereka yang saya tanyakan telah mengetahui, bila barang-barang itu bisa dijual. Tapi kebanyakan dari mereka beralasan tidak sabar, malas, tidak mempunyai tempat, atau membuat kotor toko saja.

Seorang pegawai yang bekerja di kantor akan mengangkut dus itu. Sekembalinya ke tempat tujuan itu, saya katakan pada pemilik toko bahwa di Surabaya ada yang akan membeli dus-dus itu dan saya mengajukan harga-harga yang telah saya markup beberapa persen sebagai ongkos. Diluar dugaan, pemilik toko itu sangat gembira karena ada yang mau membelinya dengan harga pantas. Saya pun dipersilakan untuk secepatnya mengangkut dus-dus itu ke Surabaya. Sayamasihingat, dus-dus itu telah lima kali saya angkut dengan truk boks besar ke Surabaya. Pemiliknya sangat senang karena dari hasil menjual dus, dia bisa mendapatkan lebih dari dua juta. Saya pun tidak menyangka selisih harga yang saya peroleh ternyata melebihi ongkos-ongkos yang saya perkirakan. Sopir sayapun menyarankan untuk mencari dus-dus lain sebagai ladang bisnis. Itulah awal pengetahuan saya akan barang-barang bekas yang dapat menambah kocek pemilik toko.

320
-
Hubungi Kami : Raja Rak Minimarket

Leave a Comment