Home » BELAJAR DARI SUKSES ETNIS TIONGHOA » VII.3 BERANI BERSPEKULASI

VII.3 BERANI BERSPEKULASI

Home > Membuka Toko > Bab 7 > Berani Berspekulasi

 

spekualsi

Berdagang memang harus berani berspekulasi jika ingin memperoleh untung. Seorang customer selalu berani membeli barang-barang baru agar mendapatkan untung yang lumayan dari barang baru yang dijualnya. Apa pun yang dilakukan dengan cara berspekulasi adalah Anda harus menderita kerugian. Bila Anda berani berisiko dengan membeli barang baru, taruhannya adalah barang akan laku atau barang tidak laku sama sekali. Jika barang tidak laku sama sekali, Anda tidak akan menderita rugi seperti pada saat berjudi. Jika berjudi Anda bisa dipastikan akan kehilangan segalanya. Sedangkan bila Anda membeli barang baru Anda tetap memiliki barang itu dan bisa menggunakannya sendiri bila tidak laku. Bagaimana dengan barang yang memiliki masa kedaluwarsa ? Buatlah perjanjian dengan supplier Anda akan barang-barang yang memiliki masa kedaluwarsa, mintalah tukar jika bisa atau me-retumbarang itu dan mengganti dengan produk lain.

Kalau bisa saya rumuskan bahwa berani berspekulasi itu menyangkut berani membeli barang dalam jumlah besar, berani membeli barang baru atau barang yang belum pernah dijual, berani menggali sumber dana yang ada, berani bernegosiasi dengan perusahaan mengenai time of payment, dan berani memberi hutang pada langganan.

Berani membeli barang dalam jumlah besar merupakan suatu keputusan yang mengandung risiko. Risiko itu bisa dengan terhambatnya cash flow atau barang yang dibeli harganya turun dari harga normal. Harga barang yang turun 10 persen dari harga normal untuk seorang pedagang adalah sangat besar jika barang yang dibelinya bernilai besar. Langkah-langkah ini kadang harus dilakukan untuk mendapatkan untungyang cukup besar dan cepat, misalnya akan membeli gula yang saat itu amatlangka dipasaran.Tapi Anda juga harus ingat, membeli dalam jumlah besar dan harga barang cepat sekali fluktuasinya, maka Anda memiliki risiko yang amat tinggi. Untuk itu, Anda harus mengantisipasinya agar tidak merugi yaitu dengan menghubungi kawan bisnis Anda, bila akan membeli dalam jumlah besar, dan bagilah barang itu kepada mereka. Jika membeli dalam jumlah besar, maka Anda akan mendapatkan harga murah.

Perusahaan biasanya mengadakan berbagai program untuk mempertahankan omzetnya di bulan-bulan tertentu . Toko yang besar akan menjadi sasaran perusahaan agar mengikuti target promosi yang diadakan. Anda sebagai pemilik toko harus berani mengambil keputusan untuk mengikuti program yang diadakan oleh perusahaan, yang biasanya menyangkut jumlah pembelian. Jumlah pembelian barang yang besar dalam beberapa bulan akan mendapat diskon yang besar atau hadiah kenang-kenangan, bisa berupa liontin emas, atau hadiah menarik lain yang jumlahnya lumayan. Dan risiko yang dihadapi adalah barang Anda akan menumpuk di gudang sehingga mengganggu aliran dana di toko Anda.

Bagaimana Pak Acong mengatasinya? Biasanya dia menghitung harga barang hingga didapat harga netto, setelah memotong dengan berbagai potongan yang diberikan pada harga bruto. Dengan harga neto tersebut Pak Acong menjualnya kepada konsumen sehingga harga yang dimilikinya lebih murah dari harga tertinggi yang diwajibkan oleh perusahaan. Bukankah dengan cara ini akan merugikan toko? Tidak, karena dari perusahaan akan mendapat kompensasi berupa hadiah, bonus. dan tambahan-tambahan lain yang akan dibagikan dalam jangka waktu tertentu. Dia juga akan mendapat untung berupa jangka pembayaran yang cukup panjang dari perusahaan. Pembayaran satu bulan menurut Pak Acong sangat menguntungkan karena uang tunai yang didapat bisa digunakan untuk membeli barang-barang murah.

Anda sebagai pemilik toko juga harus berani membeli barang yang baru dipasarkan atau barang-barang yang tak pernah dijual sebelumnya. Dengan mempelajari barang-barang yang saat itu laku dan banyak dibutuhkan oleh konsumen. Anda harus berani untuk mengupayakan adanya barang laku yang telah menghilang di pasaran itu dengan produk yang sejenis. Misalnya, sabun merek A yang dahulunya laris manis, setelah menghilang dari pasaran Anda harus mencarikan sabun pengganti yang hampir sama, baik kemasan maupun aromanya. Atau bila pasta gigi P yang karena sesuatu hal naik sangat tinggi, maka Anda seharusnya mencarikan pasta gigi pengganti yang berharga murah. Keberanian untuk menjual barang-barang pengganti seperti itu, menurut saya, sama sekali tidak dimiliki oleh kebanyakan pemilik toko. Pemilik toko cenderung menjual barang yang saat itu diminati oleh konsumen sehingga keuntungan yang diperolehnya sangat tipis, karena harus bersaing dengan toko-toko lain.

Menurut Pak Acong, justru dengan membeli barang baru sebagai pengganti akan diperoleh keuntungan yang lumayan. Dia harus dengan cepat mengganti barang-barang yang telah menghilang di pasaran dengan barang-barang pengganti yang berharga murah. Seperti pengalaman yang didapat bahwa barang-barang baru biasanya oleh pemasok akan dijual secara konsinyasi. Jadi, menurutnya jika barang pengganti yang dibelinya laku maka kesempatan untuk memperoleh uang tunai segera didapat, dan uang tunai tersebut digunakan untuk membeli barang yang harus dibeli dengan tunai. Keberanian menggali sumber dana adalah keberanian Anda untuk menggunakan uang yang Anda pinjam dari lembaga keuangan seperti bank, pegadaian, dan ke pihak-pihak lain yang meminjamkan dananya dengan bunga tertentu. Untuk meminta kredit pada bank juga diperlukan suatu keberanian, karena kebanyakan orang takut untuk berhubungan dengan bank. Ada pula yang mengatakan bila berusaha dengan mengandalkan uang kredit dari bank akan sulit berkembang karena harus selalu membayar bunga, di mana bunga itu akan menjadi beban berat. Memang, bila suatu usaha yang sebagian besar modalnya diperoleh dari bank sangatlah berat. Pak Acong sebelum tokonya menjadi besar, dalam masa dua tahun tidak menggunakan uang dari bank sebagai modal usahanya. Tapi dia menggunakan sumber dana yang berasal dari arisan piow, dari tabungan yang dikumpulkan, dan dari perusahaan yang bertindak sebagai pemasok barang-barang. Tapi, ketika modal usahanya telah melampaui kredit yang direncanakan, dia mengajukan kredit. Misalnya, Pak Acong telah memiliki dana yang disimpan di bank sebanyak 50 juta, maka dia mengajukan kredit senilai 25 juta untuk menutup kekurangan membayar rumah yang dibelinya. Mengapa tidak membayarnya saja, toh dia telah memiliki tabungan sebesar 50 juta? Dia tidak melakukan itu dan menganggap uang yang 50 juta itu sebagai cadangan aliran dana dalam usahanya. Sedangkan dia memperhitungkan hutangnya akan segera dilunasi sebelum masa kreditnya berakhir.

Jika toko masih kecil dan tidak berani berhubungan dengan bank, sebaiknya Anda berani untuk menggali sumber dana yang berasal dari perusahaan. Untuk memperoleh uang tunai dengan cepat melalui sumber dana yang berasal dari perusahaan memang sulit karena barang-barang yang ditawarkan secara kredit kepada toko biasanya barang-barang yang kurang laku. Dan ada alternatif lain untuk memperoleh uang dengan cepat dengan syarat-syarat ringan yaitu melalui BPR atau pegadaian. Berhubungan langsung dengan supplier dapat menguntungkan pemilik toko. Diusahakan melakukan pendekatan kepada salesman perusahaaan agar memperoleh kredit berupa barang. Biasanya waktu kredit tiap perusahaan sangat bervariasi tergantung barang yang ditawarkan pada Anda. Untuk produk cepat laku pembayaran bisa diundur seminggu atau 10 hari sejak penerimaan barang. Sedangkan barang yang slow moving bisa sampai 2 bulan. Di sini Anda bisa merundingkan masalah pembayaran dengan salesman dari perusahaan karena selama ini barang-barang yang seharusnya dibayar saat pengiriman ternyata bisa ditunda sampai 10 hari, walau di faktur penjualan itu tercantum kata-kata “cash”. Ada juga perusahaan yang memberikan stempel c.o.d. atau cash on delivery pada faktur penjualan, tetapi pada kenyataannya pemilik toko boleh membayarnya seminggu kemudian.

Melihat peluang seperti ini Anda harus berani bernegosiasi agar pembayaran cash tersebut bisa Anda bayar seminggu kemudian. Apalagi jika Anda sangat membantu dalam memasarkan barang-barang itu dan omzet Anda untuk barang-barang dari perusahaan itu luar biasa. Permintaan Anda membayar 7 hari kemudian pasti akan dikabulkan. Untuk itu, keberanian untuk bernegosiasi denganperusahaan sangat penting untuk kemajuan toko Anda.

Berani memberikan hutang pada langganan adalah suatu langkah untuk memperbesar omzet penjualan. Pak Acong juga berani memberikan hutang pada langganan-langganannya. Menurut pertimbangan dia, selain untuk mengikat langganan juga untuk memperbesar omzet penjualan sehingga selalu mendapatkan barang murah dari pemasok. Untuk memperoleh barang murah biasanya perusahaan menetapkan jumlah pembelian yang cukup besar. Ke mana Pak Acong harus menjualnya kalau tidak pada langganannya dengan cara memberi hutang. Menurut Pak Acong, memberi hutang pun tidak sembarangan, paling tidak ia harus menyeleksi mereka. Dan biasanya hanya orang-orang yang selalu setia berbelanja di tempatnya yang akan diberi hutang. Untuk orang-orang baru selalu dipertimbangkan.

284
-
Hubungi Kami : Raja Rak Minimarket

Leave a Comment