Home » BELAJAR DARI SUKSES ETNIS TIONGHOA » VII.2 TEPAT BILA BERJANJI

VII.2 TEPAT BILA BERJANJI

Home > Membuka Toko > Bab 7 > Tepat Bila Berjanji

 

tepatjanji

Orang mengatakan bahwa berdagang itu perlu modal yang besar, walau sesungguhnya banyak orang sukses hanya dengan modal dengkul dan modal kepercayaan. Tidak banyak pula orang yang berusaha dengan modal besar tapi gagal setelah menjalankan usahanya. Apa sebenarnya yang membuat mereka gagal tidak

lain adalah mereka tidak dapat “dipercaya”. Tidak dapat dipercaya ini salah satunya adalah mereka “tidak tepat” bila mempunyai janji, terutama yang berhubungan dengan masalah hutang yang telah jatuh tempo.

Dalam dunia bisnis “kepercayaan” sangat diperlukan. Banyak customor saya mengabaikan hal yang satu ini sehingga dalam Perjalanan usahanya selaluterantuk antuk dan ditinggalkan pemasoknya kalau sudah begitu usahanya semakin hari semakin surut dan tak jarang pula harus ditutup karena di samping tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. pemilik tokopun dililit masalah keuangan.

Sebelum ditempati oleh Pak Acong rumah itu adalah milik seseorang yang pernah pula membuka toko dan merupakan customor Perusahaan. Suatu harisaya diberi tugas untuk menyelesaikan tagihan pemilik toko itu. Usahanya lumayan ramai dan barangnya lengkap. Setiap kali saya datang untuk menagih selalu saja ada alasan yang disampaikan kepada saya, padahal sebelumnya dia telah berjanji akan melunasi hutangnya. Dia pun telah menulis dikertas tagihan tanggal kapan sayaharus datang untuk menagih. Hutang yang seharusnya lunas ditangguhkan dengan berbagai alasan antara lain: masih belum punya uang barang tidak laku, dan terkadang kedatangan saya diacuhkan saja, terkadang juga ditinggal sembunyi. Pernah suatu kali beralasan tak punya uang tetapi di hadapan saya dia sanggup membayar orang lain yang juga menagih dan nilai tagihan yang dibayarkan melebihi nilai tagihan yang saya miliki.

Karena sepertinya pemilik toko tersebut memang sengaja mau mempersulit, sayapun mengambil keputusan untuk me-return barang yang menurutnya tidak laku dijual. Setelah dia pun sepakat, ternyata barang yang dimaksud telah laku semua. Pemilik toko kemudian berjanji lagi beberapa hari akan membayarnya dan saya dengan sabar mendatanginya tapi tetap saja dia tidak mau membayar hutangnya. Janji hari Senin melunasi, ketika dihari Senin saya datang, diaminta saya datang hari Jumat saja. Dan ketika hari Jumat saya datang pemilik toko itupun menghilang. Menagih dengan orang yang tidak bisa dipercaya memang menjengkelkan. Bisa dibayangkan bila yang menagih adalah Anda. Anda saat ini sedang bekerja dibank bagian kredit, tentu saja Anda tidak akan memberi kredit pada orang seperti ini. Begitu pula jika Anda adalah seorang salesman, seorang pemilik toko grosir, dan pemilik toko agen tentu saja tidak akan mau berhubungan dengan orang seperti ini. Berbeda dengan apa yang dilakukan Pak Acong jika benar-benar terjepit. Saya tahu bahwa usahanya waktu itu baru mulai. Dia memiliki banyak hutang pada perusahaan saya. Faktur tagihannya mungkin bisa sampai enam lembar dan berjumlah besar, tapi perusahaan mau saja mengirim barang yang telah dipesan oleh Pak Acong. Mengapa demikian, ternyata Pak Acongselalu berusaha untuk bisa “dipercaya” oleh perusahaan. Pernah suatuhari saya datang ketokonya untuk menagih. Dikotakuangnya ternyata tidak ada uang sama sekalikarena saya terlambat datang. uang itu telah dibayarkannya kepada pemasok lain. Dia dengan jujur mengatakan kepada saya keadaan keuangannya hari itu. Dia berjanji besok pagi akan melunasinya. Tapi, setelah saya pergi, dia teringat bahwa besok dia juga mempunyai janji untuk membayar sejumlah tagihan yang cukup besar pada orang lain. Tepat esok harinya ketika saya datang, ternyata diapun tak memiliki uang karena toko sedang sepi. Apa yang dilakukan? Dia tetap membayar kami. Darimana uangnya? Pak Acong berusaha ke tempat lain dengan cara meminjam pada saudaranya. Memang, jika memiliki janji sangat berat bila situasi dan kondisi tidak memungkinkan pada saat itu, tapi Pak Acong tetap mempertahankan dirinya agar “dipercaya” orang.

Selama saya terjun di bidang pemasaran dan melayani banyak customer dari kalangan etnis Tionghoa ternyata mereka selalu mempertahankan untuk bisa “dipercaya”. Andai kata pada hari H-nya tidak dapat membayar hutang, dia akan berjanji melunasi hutangnya keesokan harinya, lusa, atau seminggu lagi sesuai dengan kesepakatan antara penagih dan yang ditagih. Dan pada saat harinya untuk ditagih mereka pun akan membayar dengan lunas. Tetapi, harus digarisbawahi bahwa mereka pun tidak akan membayar Anda jika Anda melewati hari yang ditentukan, kecuali mereka memiliki cadangan uang untuk tagihan Anda. Menepati janji adalah cara agar orang lain, relasi bisnis Anda, mempercayai sepenuhnya jika Anda dapat “dipercaya”.

Kisah lain adalah mengenai adik saya sendiri. Ketika terkena PHK dari pekerjaannya, dia bingung harus melakukan apa. Karena saya mengetahui bahwa dia memiliki latar belakang sebagai pemasar produk-produk kosmetik, saya anjurkan untuk menjalankan usaha dengan memasarkan barang-barang kosmetik. Dia katakan pada saya bahwa dia tidak memiliki modal. Saya katakan bermodal dengkul pun Anda bisa berusaha. Temuilah orang atau relasi pertama Anda yang mempercayai Anda dan katakanlah bahwa Andaingin berusaha dengan modal “kepercayaan”. Memang modal awal pun harus dimiliki meskipun tidak besar. Adik saya dengan uangnya terakhir kemudian membeli contoh produk-produk kosmetik, dan dengan mengendarai bus dia datangi semua pelanggannya. Mula-mula omzetnya hanya 10 juta diawal kerjanya. Setelah empat tahun dan berpartner dengan saya, saya sebagai penyedia data base customer yang tersebar di mana-mana dan dukungan manajemen, asetnya mungkin sudah hampir setengah miliar. Semua itu bukan semata-mata karena modal yang besar untuk memulai usaha, tapi “kepercayaan” yang telah ditanamkan oleh adik saya sehingga bisnisnya menjadi lancar oleh dukungan pemasok-pemasok yang mau memberikan kredit.

418
-
Hubungi Kami : Raja Rak Minimarket

Leave a Comment