Home » ARTIKEL » Saatnya toko tradisional berbenah menjadi minimarket mandiri

Saatnya toko tradisional berbenah menjadi minimarket mandiri

Home > Membuka Toko

toko tradisional jadi minimarket

Banyak para pelaku bisnis yang membaca peluang bisnis baru yang akan dimasuki tahun depan. Tentu saja hal seperti harus ditempuh dengan ketelitian, membaca situasi ekonomi makro dan mikro sebagai pertimbangan. Dalam artikel ini kami mengkhususkan pembahasan pada peluang minimarket mandiri (non waralaba). Minimarket kini digandrungi karena pengalaman berbelanja yang terjadi di proses bisnisnya memang lebih simple, hemat waktu dan lengkap.

Kalangan yang akan mempertimbangkan membuka usaha minimarket mandiri terdiri dari beberapa kelompok mulai dari calon pensiunan di perkantoran, professional yang ingin berinfestasi, hingga pengusaha toko kelontong atau warung tradisional yang ingin mengupgrade tokonya menjadi toko modern seperti minimarket, alfa mart dan indomart misalnya tanpa melalui waralaba.

Maka kelompok terakhir inilah yang sebenarnya sangat diuntungkan dari peluang minimarket mandiri ini. Kelompok terakhir yang merupakan business owner existing di dunia retail, tentunya sudah mempunyai banyak kekuatan. Seperti misalnya telah terjalinnya hubungan dengan supplier, dan berpengalaman dengan pengelolaan sebuah toko, yang padadasarnya tidak berbeda banyak antara toko tradisional dan retail modern.

Opini tentang urgensi atas dibutuhkannya modernisasi toko dan warung tradisional sangatlah perlu disebarluaskan. Pasalnya, pemerintah sementara ini bersikap sangat permisive terhadap menjamurnya waralaba minimarket, yang pada faktanya meresahkan pedagang tradisional, yang efeknya adalah sepi bahkan tutupnya toko-toko yang menjadi gantungan penghidupan jutaan kepala keluarga di Indonesia.

Maka dengan kesadaran para pemilik toko tradisional untuk menyegarkan dan memodernkan tokonya akan menjadi solusi tepat untuk meningkatkan penjualan, sekaligus melindungi para pemilik toko itu sendiri dari persaingan dengan minimarket waralaba.

Mari kita bayangkan cara berfikir pewaralaba yang ingin membuka toko baru di suatu daerah. Tentu salah satu pertimbangan terbesar adalah memeriksa sudah ada atau belumkah minimarket di daerah tersebut. Jika telah ditemukan minimarket, pewaralaba akan berfikir dua kali untuk membukanya di tempat tersebut, minimal ia akan bergeser sedikit ke tempat yang agak jauh, atau mengurungkan niatnya.

Mengadakan Rak Minimarket
Memang akan ada kendala yang dihadapi, tentusaja permodalan. hal-hal utama yang perlu disiapkan adalah membeli rak minimarket, meja kasir, software minimarket, AC dan lain sebagainya. Namun tentu saja bagi toko existing, semua belanja modal tadi bisa dilakukan dengan cara bertahap. Walaupun sistem belum swalayan, tapi bisa dimulai dengan menata stock barang ke dalam rak-rak yang tersusun rapi, yang dengan rak itu keragaman produk dapat dikembangkan, juga kapasitas penyimpanan gudang pasti meningkat.

Kita bisa lihat, kebanyakan toko-toko tradisional belum menata stok barangnya secara optimal. Seringkali banyak space vertikal yang masih belum dimanfaatkan, sedangkan barang dagangan bertumpuk di bawah. Ini dikarenakan tidak adanya rak-rak yang memadai untuk itu. Padahal dengan adanya sistem penyimpanan yang baik, maka pelayananpun bisa menjadi lebih cepat. Pencarian dan akses terhadap dagangan bisa dilakukan dengan efisien. Dengan demikian para pelanggan tidak harus mengantri lama, penjualpun lebih nyaman berada di dalam tokonya karena barang-barang lebih tertata.

Di artikel lainnya, kami akan membahas bagaimana mempersiapkan minimarket mandiri, dari nol hingga berdiri.

Rahmawan Puspawijaya

660
-
Hubungi Kami : Raja Rak Minimarket

Leave a Comment