Home » ARTIKEL » IX.1 BELILAH ASET SETELAH TOKO UNTUNG

IX.1 BELILAH ASET SETELAH TOKO UNTUNG

Home > Membuka Toko > Bab 9 > Belilah Asat Setelah Toko Untung

 

112308-1944-laporankeua3

Bukanlah “basa-basi” bila Anda akan menginginkan sesuatu setelah melihat kenyataan toko Anda mengalami kemajuan pesat. Benda yang paling dekat dan serins menjadi impian adalah sepeda motor atau mobil, dan meningkat lagi adalah rumah tinggal yang cukup baik. Kemudian Andapun bermimpi untuk memiliki tanah yang berhektar-hektar luasnya. Semua impian itu bukanlah impian di siang bolong, untuk ukuran seseorang yang telah memiliki sebuah usaha. Anda pasti akan meraih impian itu Sayangnya, banyak sekali customer saya menjadi bangkrut akibat “ketergesaannya” untuk memiliki benda-benda itu. Di samping itu, customer saya menjadi “khilaf” karena tidak bisa membedakan antara benda yang bisa dibeli sebagai aset yang menghasilkan, dengan benda yang dibeli hanya sebagai aset yang pasif. Celakanya, toko yang kelihatan besar menjadi tolok ukur kemajuan usaha, lalu dengan tangkasnya membeli dengan cara membabi buta. Maksudnya untuk investasi, tapi akibatnya bahkan membuat cash flow tokonya terganggu.

Membeli aset setelah toko untung adalah suatu tindakan yang aman bagi Anda sebagai pemilik toko. Masih ingat dengan Mas Jonet, yang akan membeli aset pada akhir tahun setelah perhitungan laba tokonya memadai. Ingat pada Bu H. Asti yang naik haji, semua itu dilalui setelah tokonya mengalami untung. Lebih hebat lagi, yang dilakukan oleh Pak Acong. Dia bahkan beberapa tahun sebelum tokonya menjadi besar tidak mau membeli aset apapun. Menurut perhitungannya, membeli aset yang menimbulkan kegoyahan pada toko, dapat merugikan perjalanan kemajuan toko itu sendiri. Toko yang semakin besar diperlukan modal yang cukup besar pula. Masalahnya sekarang bagaimana menggunakan modal yang sudah ada itu agar bertambah besar. Membeli aset memang salah satu caranya. Tapi, menurut Pak Aconglagi, sebaiknya membeli aset setelah toko betul-betul untung. Dan asety ang paling dekat dengan bisnis toko adalah rumah tinggal. Kalau tidak disewakan, bisa digunakan sebagai gudang. Disewakan sebagian dan dipakai sendiri bagian sisanya. Sehingga selain mendapatkan uang sewa, Anda juga bisa menggunakan sendiri.

Kalau mau mengikuti ide yang disampikan oleh penulis buku The Richman in the Babilon bahwa untuk membeli aset, Anda harus mengumpulkan sepersepuluh penghasilan Anda. Dari penghasilan yang telah Anda kumpulkan itu, akhirnya Anda bisa meraih impian untuk membeli aset yang bisa menghasilkan uang. Dengan demikian, uang yang ada di toko akan aman dari gangguan untuk membeli aset. Lalu aset apa selain rumah dan tanah yang bisa memberi penghasilan?

Untuk membeli aset yang memberikan penghasilan pada pemiliknya. di tiap kota tidaklah sama seperti kalau membeli aset di kota-kota besar. Dikota-kota kecil yang populer adalah sebidang tanah yang kemudian dikelola untuk mendapatkan sebuah penghasilan. Bila Anda berusaha di kota-kota yang tanahnya subur untuk ditanami, tanah ideallah yang menjadi aset bagi Anda. Bila Anda berusaha di kota pelajar, yang kebetulan tidak jauh dengan kampus yang besar, rumah tinggallah yang akan menjadi aset bagi Anda. Sementara itu, Anda yang berusaha di kota-kota besar selain rumah tinggal dan tanah, “lokasi parkir” pun dapat menjadi aset karena akan memberikan penghasilan. Seorang teman saya rela membuanguangnya hanya untuk membeli sebuah “WC” dan “kamar mandi” di sebuah pasar dan terminal. Karena apa? Karena WC dan kamar mandi itu sebagai aset yang memberi penghasilan lumayan tanpa harus bekerja. Begitupula stan-stan pasar yangbaru dibangun, bila Anda telah memiliki “untung” berhak untuk memburunya. Belum lagi bila Anda telah memiliki keuntungan bermiliarmiliar dari toko yang telah berkembang menjadi toko serba ada. Anda tentunya akan menyukai sebuah bisnis waralaba sebagai aset yang memberi penghasilan cukup untuk melebarkan sayap toserba Anda. Semua itu bukan impian di siang bolong. Semua tergantung pada Anda, bagaimana mengelola aset yang Anda beli itu agar dapat memberi penghasilan yang maksimal.

Sekarang masalahnya, Anda harus pandai-pandai mengukur sejauh mana toko Anda telahmemperoleh keuntungan. Agar toko Anda tidak terganggu cash flow-nya, kunciutamanya Anda harus benar-benar menghitung jika toko Anda telah untung. Sebaliknya, bila tidak untung janganlah mencoba untuk membeli aset. karena akan mengganggu aliran dana toko Anda. Seorang customers aya tokonya ambruk. tidak bisa membayar pada supplier maupun toko agen yang memasoknya, karena terburu-buru membeli aset. Apalagi aset yang dibelinya adalah aset “bobok” sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Setelah tidak dapat melengkapi barang-barang yang ada di toko, barulah disadari kalau konsumen itu menjadi banyak jika barang yang dijual itu lengkap. Kalau toko Anda tampak bolong, siapa yang akan datang ketoko Anda, yang tidak tampak”semarak” itu.

308
-
Hubungi Kami : Raja Rak Minimarket

Leave a Comment