Home » Bab IV Memahami Cash Flow » IV.3 Cash out flow

IV.3 Cash out flow

 Home > Membuka Toko > Bab 4 > Cash out flow

cash out flow

Cash out flow merupakan semua dana yang keluar dari kas toko Anda yang dipakai untuk membeli barang-barang yang telah habis, membayar listrik, membayar air, PBB rumah, dan sebagainya. Pada cash out flow, Anda diharap memperhatikan betul karena di dalamnya terkandung cash expenses yang sangat berbahaya bagi kedudukan aliran dana Anda. Jika pada cash inflow terkandung marsin atau keuntungan, maka pada cashout flow akan mengandung kerugian. Sehingga lebih disarankan untuk mengerem laju cash out flow.

Menahan laju cash outflow berarti Anda menekan cash expenses Anda. Bagaimana dengan uang tunai yang dikeluarkan untuk membeli barang-barang yang habis? Untuk mengurangi kerugian yang diakibatkan membeli barang-barang tidak laku maka pilihlah barang-barang yang laku saja. selebihnya, uang tunai tersebut bisa dimanfaatkan untuk saving atau tabungan yang bisa disimpan di bank untuk mendapatkan bunga. Jika bunga di bank pada saat itu rendah, sebaiknya belilah barangbarang yang Anda yakini akan segera dapat dijual. Timbunlah barang-barangitu bila Anda yakin barang-barang itu dapat dijual dengan segera. Bila pada cash inflow Anda disarankan menjual sebanyak-banyaknya maka pada cash outflow Anda disarankan membelibarang yang “cepatlaku” sebanyak-banyaknya pula.

Bagaimana jika pada saat itu bunga bank sangat tinggi? Anda sebaiknya membeli barang-barang kurang laku sedikit mungkin dan membeli barang-barang cepat laku secukupnya, jika bisa dengan meminta pembayaran mundur beberapa minggu. Kepada konsumen yang biasa melakukan pembayaran secara kredit, sebaiknya kurangilah agar Anda memperoleh cash inflow yang lebih besar. Banyaknya pemasukan uang hasil berjualan bisa dihimpun untuk kemudian dipindahkan ke deposito agar mendapat bunga. Itu pun tidak seluruhnya, tapi Anda harus menyisakan untuk keperluan aliran keluar masuknya uang di toko Anda. Untuk pembelian barang-barang di luar keperluan toko, sebaiknya dihindari jika tidak mendesak. Tapi, bagaimana dengan biaya tetap yang harus

dikeluarkan? Untuk biaya tetap yang dapat dikendalikan sebaiknya dikendalikan, seperti biaya rekening listrik dan air. Matikanlah lampu yang tidak terpakai dan gantilah dengan segera kran bocor Anda. Pakailah telepon Anda jika perlu saja sehingga menghemat pulsa. Biaya tetap yang berfluktuasi bisa dikendalikan kecuali biaya tetap yang tidak naik turun seperti membayar pajak rumah, sewa bulanan stan toko, dan biaya-biaya lain yang selalu tetap.

Masalahnya sekarang, banyak sekali pemilik toko yang tidak memperhatikan cash outflow. Setelah menyadari bahwa di tokotidak banyak lagi uangt unai yang tersimpan, pemilik toko kebingungan mencari hutangan di sana-sini, baik dari toko agen, salesman, atau dari sumber-sumber dana lain, dengan tujuan untuk memperbaiki cash flow toko. Apabila memiliki hutang pada pemasok untuk barang-barang yang laku, maka kebutuhan akan aliran dana akan cepat terpenuhi. Tapi, jika barang-barang yang dibelinya dengan cara hutang itu tidak laku maka masih saja cara itu

mengganggu .

Seorang customer saya mengalami kesulitan keuangan ketika uang toko yang biasa digunakan untuk membeli barang digunakan untuk membeli sebidang tanah. Pada awalnya saya telah memberitahunya, jika tidak memiliki tabungan yang bisa menggantikan uang di toko sangatlah berbahaya bagi kelangsungan hidup toko. Karena customer saya sangat memimpikan tanah itu, maka dipakailah uang toko. Dan tak lama setelah membeli tanah itu, dia tidak dapat membayar hutang-hutangnya pada pemasok. Dari kejadian ini, bisa kita tarik benang merah bahwa uang yang berada ditoko hanyalah bisa digunakan untuk keperluan membeli barangbarang untuk toko. Jika memiliki kewajiban seperti membayar berbagai rekening dan biaya hidup, maka hitunglah agar biaya hidup itu tidak melebihi cash inflow toko Anda.

368
-
Hubungi Kami : Raja Rak Minimarket

Leave a Comment