Home » ARTIKEL » Membuka toko sendiri » Bab II Hubungan antara Toko dan Perusahaan » II.2 Keuntungan bagi Perusahaan

II.2 Keuntungan bagi Perusahaan

 

Home > Membuka Toko > Bab 2 > Keuntungan bagi Perusahaan

keuntungan Usaha

Salah satu kegiatan penting yang dilakukan oleh perusahaan selain memproduksi barang, menetapkan harga, mempromosikan produk adalah kegiatan mendistribusikan barang seluas-luasnya, sehingga konsumen dapat dengan cepat dan mudah untuk mendapatkan

40 Membuka Toko AlematifUsaha Mandin

barang-barang yang diinginkan. Media yang menjadi bagian penting bagi perusahaan adalah toko. Toko menjadi tumpuan untuk memperkenalkan secara langsung kepada konsumen setelah produk diiklankan. Produk yang diiklankan baik di media cetak (seperti di surat kabar) maupun di media elektronik seperti di radio dan telivisi), tidak akan disalurkan dengan baik kepada konsumen jika toko-toko yang ada tidak menyediakan barang barang tersebut. Toko merupakan bagian mata rantai dari saluran distribusi yang lazim dilakukan oleh perusahaan. Matarantai itu bisa digambarkan sebagai berikut:

“Perusahaan -> Agen tunggal-> Toko grosir-Toko eceran-> Konsumen”

Perusahaan merupakan bagian yang mendahului mata rantai saluran distribusi. Perusahaan memproduksi produk-produk yang akan di pasarkan kepada konsumen. Agen tunggal adalah bagian kedua dari saluran istribusi yang bertugas menyalurkan produk-produk yang berasal dari perusahaan. Posisi agen tunggal adalah sebagai penyalur yang khusus untuk menyalurkan dari satu merek yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Produk-produk yang berasal dari perusahaan akan didistribusikan ke toko-toko grosir. Sedangkan toko grosir akan menyalurkan produk-produk dari agen tunggal ketoko retailer. Posisi grosir tidak seperti posisi agen tunggal yang harus menyalurkan khusus satu merek dari perusahaan. Toko grosir akan menyalurkan aneka produk yang berasal dari berbagai macam perusahaan dan cara kerjanya tidak diatur seperti agen tunggal. Agen tunggal akan mematuhi peraturan yang diberikan oleh perusahaan. Toko grosir akan mengatur sendiri produk-produk mana yang akan disalurkan secara khusus, toko grosir biasanya cenderung menyalurkan produk-produk yang laku. Karena keadaan seperti ini, yaitu toko grosir tidak akan mematuhi, atau terikat pada aturan main yang berasal dari perusahaan atau “bertindak secara bebas” terhadap produk yang akan dijualnya. maka perusahaan akan melakukan pemotongan terhadap mata rantai saluran distribusi. Mata rantai terakhir sebelum sampai ke konsumen adalah toko retailer atau yang sering disebut toko eceran. Toko eceran ini merupakan bagian akhir dari mata rantai yang secara langsung  melayani konsumen. Tapi pada perkembangan terakhir, fungsi toko grosir sebagai penyalur ke toko eceran ternyata juga menjual secara eceran. Sehingga toko grosir saat ini berperan ganda, yakni selain menjual secara partai juga menjual secara eceran. Sedangkan toko retailer khusus hanya menjual secara eceran.

Secara khusus memang ada perusahaan wang melakukan pemotongan saluran istribusinya. Perusahaan melakukan distribusi dengan cara bypass yaitu melalui agen tunggal, juga langsung melayani toko grosir dan toko eceran. Cara ini dilakukan oleh perusahaan karena jaringan distribusi yang lazim dirasakan amat lambat jika bersamaan dengan adanya program promosi di televisi. radio, atau koran. Perusahaan lebih suka membangun sales force yang besar guna melakukan distribusi secepat mungkin. Perusahaan akan merekrut salesman-salesman yang akan melayani toko-toko grosir maupun eceran.

Ada pula beberapa perusahaan yang melakukan kombinasi selain mengangkat distributor yang berfungsi sebagai agen tunggal. perusahaan juga membangun organisasi pemasaran dengan menggunakan salesman. Parasalesman tersebut juga akan melayani toko grosir dan toko retailer. Mengapa perusahaan lebih menyukai menggunakan cara seperti ini? Perusahaan telah melihat adanya pertumbuhan toko yang amat tinggi dari tahun ke tahun. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa salesman perhari harus mengunjungi 30 toko, artinyajika dalam satu bulan salesman bekerja selama 25 hari maka 1 bulan persalesman telah mengunjungi 750 toko. Berapa banyak yang harus dikunjungi jika perusahaan memiliki sepuluh orang salesman dalam satu wilayah tertentu? Di sini Anda bisa membuat suatu kesimpulan bahwa perusahaan akan menggantungkan perkembangan produknya pada pemilik-pemilik toko. Tentunya pertumbuhan toko yang tinggi akan menguntungkan perusahaan sebagai sarana untuk melakukan distribusi.

Perusahaan sangat memiliki kepentingan pada toko-toko yang ada. Tanpa adanya toko sebagai media perantara, biaya operasional yang dikeluarkan oleh perusahaan akan sangat besar. Misalnya, pada saat iklan ditayangkan di televisi, produk yang dipasarkan ternyata tidak tersedia di toko. Pada saat produk mulai memasuki toko-toko, iklan yang ditayangkan telah habis masa kontraknya, dan konsumen telah melupakan produk yang telah diiklankan tersebut. Perusahaan kehilangan peluang produknya terbeli pada masa-masa iklan ditayangkan. Oleh karena itu, toko sangatlah penting bagi perusahaan. Sebelum iklan ditayangkan, produk disediakan di toko-toko terlebih dahulu. Dan pada saat iklan ditayangkan, toko telah siap dengan produk yang ditawarkan melalui iklan tersebut. Toko merupakan media perantara yang potensial sebagai penyalur produk. Berdirinya banyak toko ternyata bermanfaat bagi pin yaitu:

  1. Jika perusahaan me-launching produk baru, maka produk yang dihasilkan segera menyebar ke seluruh penjuru tempat di mana toko berada, sehingga konsumen dengan mudah dan cepat mendapatkannya.
  2. Apabila perusahaan mengiklankan produknya, maka konsumen dengan mudah dan cepat akan mendapatkan produk-produk tersebut. Perusahaan tidak akan takut kehilangan peluang untuk meraih konsumen sebanyak-banyaknya. Kehilangan peluang untuk mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya adalah kerugian yang cukup besar karena biaya iklan di televisi nilainya bisa bermiliarmiliar rupiah.
  3. Mengurangi risiko secara finansial dan risiko kesempatan untuk mendistribusikan secara luas. Mengurangi risiko secara finansial adalah jika perusahaan dalam kegiatan mendistribusikan barang tidak menyentuh toko-toko secara langsung dan sebatasagentunggalsaja. Suatu saat 1. agen tunggal bangkrut, perusahaan akan menanggung risiko keuangan dan kehilangan kesempatan untuk mendistribusikan produk-produknya. Ada beberapa perusahaan yang mengantisipasi keadaan seperti ini, yaitu selain mengangkat agen tunggal yang bertugas mendistribusikan produk-produk perusahaan, juga berhubungan langsung dengan toko-toko. Di dalam pelaksanaannya agar tidak tumpang tindih antara perusahaan dengan agen tunggal, perusahaan biasanya membagi wilayah kerja. Perusahaan dapat mengelola toko-toko kelas tinggi seperti hipermarket supermarketdan minimarket. Sementara itu, agen tunggal mengelola toko-toko yang berlokasi di pasar tradisional. tepi jalan raya, dan toko-toko di wilayah perkampungan. Atau peran itu dibalik. agen tunggal mendistribusikan produk-produk perusahaan ke toko-toko berkelas dan perusahaan akan mendistribusikan barang ke pasar tradisional. jalan-jalan raya, dan wilayah perkampungan. Memperbaiki kesempatan mendistribusi. kan produk secara luas akan mengurangi risiko tidak tersedianya produk-produk perusahaan di toko. Risiko ini meskipun tidak tampak secara riil tapi dapat merugikan perusahaan secara tidak langsung Tidak tersedianya barang di toko berarti hilanglah kesempatan transaksi jual-beli. Konsumen akan segera membeli produk pengganti yang sejenis dengan produk yangberasal dari perusahaan lain. Pendistribusian yang tersendat dalam jangk awaktu yang panjang dapat membuat konsumen beralih pada produk penggantiyang telah dipakainya. Dengan demikian, perusahaan telah kehilangan peluang mendistribusikan barangnya karena hanya tergantung pada satu agen tunggal.

Perusahaan memiliki kepentingan dalam mendistribusikan produk-produknya serta tergantung pada banyaknya toko. Semakin banyak toko yang menjadi customer perusahaan, semakin sedikit risiko perusahaan kehilangan kesempatan untuk meraih konsumen. Perusahaan akan memiliki keuntungan karena :

  1. Perusahaan dapat melakukan penelitian perihal selera konsumen, baik mengenai kemasan, rasa, ukuran, maupun warna produk melalui berbagai toko yang ada.
  2. Perusahaan dapat melaksanakan berbagai program pemasaran seperti program pajangan produk, penukaran hadiah, dan undian yang dibantu oleh pemilik toko.
  3. Perusahaan dapat menetapkan cara kerja salesman secara periodik mengenai diskon harga, pembagian sample, bonus, atau kebijaksanaan pemberian kredit pada toko. Usaha toko jelas menjadi menarik jika memiliki manfaat dan keuntungan seperti pada poin-poin tersebut, karena perusahaan dan toko memiliki hubungan timbal balik. Perusahaan menyediakan produk-produk untuk dipasarkan dan toko menyalurkan produk-produk itu dengan cepat kepada konsumen, yang tentunya dengan mengambil untung dari selisih harga beli dan harga jual.
557
-
Hubungi Kami : Raja Rak Minimarket

Leave a Comment