Home » ARTIKEL » Membuka toko sendiri » Bab I Mengenal Toko » I.9 Bagaimana Mengelola Toko ?

I.9 Bagaimana Mengelola Toko ?

Home > Membuka Toko > Bab 1 > Bagaimana Mengelola Toko ?

 

Mengelola Usaha

Selama ini toko dikelola secara sederhana saja. Pemilik toko tidak pernah bahkan jarang menulis pembukuan untuk kemajuan tokonya. Toko hanya dikelola berdasarkan keluar masuknya uang di toko. Karenanya, toko menjadi daya tarik setiap orang sebab gampang mengelolanya. Sayangnya, pemilik toko tidak menyadari bila cara mengelola seadanya itu tidak dapat memberikan penghasilan secara maksimal. Berbeda dengan toko yang dikelola dengan serius, tentu pendapatan pemiliknya akan lebih besar bahkan toko yang dikelolanya bisa berkembang menjadi toko besar. Misalnya, menjadi sebuah toko grosir atau toko agen.

Penjualan barang-barang toko umumnya dilakukan secara tunai oleh pemiliknya. ada pula beberapa pemilik toko yang memberikan kredit atau bon kepada konsumennya. Menilik caranya dalam mengelola keuangan seperti itu, pengelolaan toko selama ini dilaksanakan secara sederhana saja, yaitu berpedoman pada “barang laku dapat untung”. Berbeda dengan cara menjual yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Toko hanya menunggu datangnya konsumen. Sementara itu, perusahaan lebih aktif mencari konsumen sehingga toko yang ia saat ini hanya menjual barang-barang yang banyak diminati oleh konsumen. Sedikit sekali milik toko yang berinisiatif membeli barang barang yang tidak umum dan menjualnya dengan menawarkan kepada konsumen. Sebenarnya bila pemilik toko melakukan cara seperti ini, justru akan memberikan keuntungan yang lebih besar daripada menjual barang-barang fast moving saja.

Pengelolaan dengan cara sederhana ini banyak disukai oleh pemilik toko.Oleh karena itu, membuka toko selain bisa dijadikan bagai pekerjaan utama ternyata juga bisa dilakukan hanya sebagai pekerjaan sambilan. Pada kenyataannya, walau pengelolaan yang sederhana ini bisa menjadikan sebuah toko bertahan, tapi ada juga toko yang harus ditutup karena bangkrut. Ada Toko yang bisa bertahan berpuluh-puluh tahun hingga menjadi cikal bakal terbentuknya suatu perusahaan, tetapi ada pula yang berubah bentuk. Misalnya menjadi toko serba ada yang dikelola dengan manajemen yang baik serta memiliki banyak karyawan. Sebuah toko kebutuhan sehari-hari di Surabaya yang menjadi semakin besar dan berubah bentuk menjadi toko serba ada, misalnya BILKA Toserba. Lalu, bagaimana dengan toko yang harus ditutup sementara toko-toko lainnya dapat bertahan sampai berpuluh-puluh tahun dan menjadi besar? Tanpa mengabaikan cara-cara sederhana yang berpedoman “pada barang laku mendapat untung”, tolonglah diingat apakah Anda telah melakukan hal-hal kecil seperti ini selama membuka toko, misalnya: tepat bila berjanji, memiliki pelayanan yang baik, berani berspekulasi, pekerja keras, irit, makan sederhana (bubur dan sayur lobak), tidak cepat puas, mencari barang murah, pandai memanfaatkan sumberdana, tidaklupa dengan pembukuan, menyimpan arsip tagihan, menyimpan alamat dan nomor telepon

perusahaan, menyimpan daftar harga, meperhatikan barang yang dikembalikan dan mengarsipkan, tidak membuang barang bekas, miliki kelompok, tidak menjual setelah toko tutup, mempersiapkan generasi penerus, membina hubungan dengan perusahaan, manfaatkan buku cek dan bilyet giro, minta uang kembalian meskipun satu sen, wenyediakan uang tunai, tidak membayar jika barang belum habis, serta membeli aset yang paling sesuai.

Pernyataan di atas merupakan rumusan yang telah saya gali dari sekian ribu milik toko yang telah sukses menjalankan tokonya. Anda sebagai pembaca sebaiknya merenungkan kembali pernyataan-pernyataan diatas sebagai pertimbangan untuk mengevaluasi usaha yang telah Anda jalankan agar memperoleh hasil yang meningkat. Apabila boleh saya katakan, hal-hal yang Anda lakukan serta yang tidak Anda lakukan seperti di atas, sebenarnya merupakan “kunci sukses” Anda dalam mengelola toko yang selama ini Anda anggap sebagai pekerjaan atau usaha sambilan.

307
-
Hubungi Kami : Raja Rak Minimarket

Leave a Comment